Senin, 15 Juli 2013

Misteri Coral Castle

 
 

Bagaimanakah monumen-monumen seperti Stonehenge, Piramid Giza, benteng Sacsayhuaman dan sejumlah monumen kuno lainnya didirikan? Ramai saintis percaya bahwa dalam beberapa kes diperlukan puluhan ribu pekerja untuk memindahkan batu-batu raksasa itu ke tempat pembinaan.

Akan tetapi, seorang lelaki Latvia kecil bersikukuh bahwa struktur kuno tersebut dirakit dengan jauh lebih mudah dari yang kita bayangkan. Dengan menggunakan suatu alat bangunan rahsia yang telah ditelan zaman, ia bahkan mengaku telah menggunakan teknik-teknik tersebut pada Coral Castle (Istana Karang) yang misteri.

Ketika berusia 25 tahun, Edward Leedskalnin berencana menikahi seorang perempuan yang berusia 10 tahun lebih muda darinya, Agnes Scuffs, yang dipanggil mesra “sweet sixteen”. Akan tetapi sayangnya, pada malam sebelum pernikahannya, si calon pengantin perempuan berubah pikiran dan tidak pernah lagi kembali ke sisinya.
Yang mengejutkan, Leedskalnin terus saja melanjutkan pembangunan sebuah istana magiknya untuk mengenangkan kekasih yang hilang.
Kerana kemasygulan hati dan menderita penyakit TBC, Leedskalnin meninggalkan kota asalnya Latvia, menuju Amerika Serikat. Ia menetap di kota Florida, dan di sanalah ia dapat mewujudkan karya pembinaan yang sangat mengesankan (dan sulit untuk difahami) yang pernah dikerjakan seorang diri: Coral Castle atau seperti Leedskalnin menyebutnya, Rock Gate Park (Taman Gerbang Batu Karang).

Seluruh batu yang berdiri tegak pada bangunan megah itu (Leedskalnin sendiri yang mengggali, memotong dan memasangnya), didirikan dengan menggunakan lempengan yang sangat besar, beberapa ada yang beratnya lebih dari 30 ton.
Melalui 28 tahun bekerja seorang diri, dan hanya dengan bantuan peralatan sederhana yang dirancang sendiri oleh Edward (sebuah katrol dan rantai geret yang terbuat dari bekas tiang telefon) Coral Castle telah menjadi suatu kenyataan.
Ariel View of Coral CastleAriel View of Coral Castle
Layout of Coral CastleLayout of Coral CastleBukannya memberitahu cara rahsianya, Leedskalnin malah berusaha keras melindungi rahsia pemindahan batu-batu tersebut. Ramai orang berspekulasi tentang prosesnya itu, tapi tak seorang pun mampu mereka semula cara-cara pemindahan batu-batu besar yang kelihatannya tanpa memerlukan tenaga itu.
Menurut legenda yang ada, pernah pada suatu malam anak-anak mengintip Leedskalnin dan menyaksikan lempengan-lempengan batu besar itu mengambang ke udara bagaikan ”balon hidrogen.”
Pada 1936, Leedskalnin ingin memindahkan seluruh bangunan tersebut ke Homestead yang tidak jauh letaknya, dan menyewa sebuah truk untuk mengangkut batu-batu itu, hanya sekali ini ia meminta bantuan orang lain.
Kerana selalu berusaha melindungi rahsianya, Leedskalnin bersikeras meminta pemandunya untuk meninggalkan truknya di tempat itu semalaman, dengan begitu ia dapat mengangkat lempeng-lempeng raksasa itu sendiri. Pemandunya tersebut meragukan permintaannya, namun seperti yang dijanjikan pada hari berikutnya Leedskalnin telah menumpukkan batu-batu itu di atas trailer besar tersebut, dan siap untuk diangkut.

Lelaki Misteri

Pembinaan Coral Castle masih dipenuhi misteri. Bagaimana mungkin seseorang memindahkan lebih dari 1.100 ton lempengan batu besar yang diperlukan untuk membangunkan struktur raksasa ini?
Sementara Leedskalnin tidak pernah secara tegas membuka rahsianya, ia telah meninggalkan tulisan mengenai serangkaian eksperimen penggunaan magnet, mengisyaratkan bahwa caranya datang melalui pelajaran tentang medan magnet bumi. Apakah Leedskalnin, seperti halnya pengaku lainnya telah menemukan bagaimana cara untuk mengalahkan gravitasi?
Leedskalnin mengelak ketika secara langsung ditanya pembuatan Coral Castle, tetapi ia mengaku menguasai teknik-teknik yang pernah digunakan para ahli bangunan kuno—teknik seperti yang mereka gunakan untuk membangun piramid besar Mesir. Ia bahkan secara menggoda menyatakan bahwa cara itu sangatlah mudah, begitu Anda tahu rahsianya.
Salah satu ciri yang lebih menakjubkan dari Coral Castle adalah blok batu seberat sembilan ton yang digunakan sebagai gerbang pintu masuk istana tersebut. Leedskalnin menata batu besar ini dengan ketepatan sedemikian rupa sehingga dengan dorongan lembut pun dapat dibuka dengan mudah.
Pada 1986, setelah tiga puluh tahun Leedskalnin wafat, gerbang itu harus diperbaiki dan pekerjaan itu memerlukan enam orang pekerja dengan sebuah crane (derek) seberat 20 ton untuk memindahkan lempengan batu besar itu. Namun meskipun mengerahkan ekstra otot, kelompok pekerja ini masih tidak boleh memasang gerbang itu memiliki presisi yang sama dengan sebelumnya.
Interior dari Coral Castle itu sendiri merupakan suatu tampilan karya seni yang indah dan keajaiban rancang-bangun. Secara resmi telah dianggap sebagai monumen yang bersejarah, dan telah diubah menjadi sebuah musium yang terbuka bagi semua orang yang ingin tahu dan ingin mencoba kemampuan mereka untuk membuka selubung misteri bagaimana orang Latvia eksentrik itu hidup dan berkarya.
Sejumlah set meja-meja dan kursi menghiasi kebun batu karang tersebut, sementara itu anak-anak tangga dan sundials (alat penunjuk waktu dengan bantuan bayangan sinar matahari) dipasang dengan presisi sampai pada minit, suatu wasiat kemampuan misteri Leedskalnin.
Teknologi apa sekalipun yang digunakan Leedskalnin dan mengapa ia ingin menyimpan penemuan ajaib itu sebagai suatu rahsia? Apakah sebenarnya ia memiliki rahsia-rahsia bangunan yang serupa dengan yang digunakan dalam dunia masa lampau? Kita dibiarkan untuk berspekulasi, kerana Leedskalnin hanya menawarkan petunjuk-petunjuk dari struktur itu sendiri, dan membawa serta cara rahsianya ke alam kubur. (Leonardo Vintini/The Epoch Times/)
Lihat VideoLihat Video
 
 
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Blog Archive